Friday, January 22, 2016

Teori Tentang Interview Kerja

Kesalahan-kesalahan Interview dalam Menyeleksi Seseorang untuk suatu Pekerjaan.

        Banyak percobaan telah menunjukkan bahwa dalam menyeleksi seseorang untuk sebuah pekerjaan, menginterview/ mewawancarai adalah, suatu halangan dan bahkan mungkin menyebabkan masalah. Studi-studi ini telah memperlihatkan bahwa penilaian yang sangat berbeda dari pewawancara dan sedikit atau bahkan tidak berhubungan dengan kemampuan pelamar kerja. Dari banyak alasan kenapa ini seharusnya terjadi, ada empat alasan berikut ini.
        Pertama adalah suatu kesalahan yang disebut sebagai “Halo Efek.”  Jika seseorang memiliki satu sifat baik yang terlihat jelas, maka sifat-sifatnya yang lain akan dinilai lebih baik dari yang sebenarnya. Dapat dikatakan seseorang yang berpakaian rapid an menunjukkan kepercayaan diri dinilai mampu melakukan suatu pekerjaan dengan baik, tanpa memperhatikan kemampuan mereka sesungguhnya. Selanjutnya adalah “Efek Berbingkai” pada dasarnya menjelaskan kesalahan yang sama, tetapi berfokus pada satu sifat/ciri jelek tertentu. Maksudnya adalah seorang individu akan dinilai tidak mampu melakukan suatu pekerjaan dikarenakan suatu kecacatan contoh: penampilan fisik, tinggi badan dan sebagainya.
        Pewawancara juga berprasangka dengan “Efek Unggul” kesalahan ini terjadi ketika penafsiran dari informasi setelahnya dirubah oleh informasi sebelumnya. Oleh sebab itu, di dalam sebuah situasi wawancara, si pewawancara menghabiskan banyak waktunya untuk mencoba menegaskan suatu kesan yang diberikan oleh kandidat di momen-momen awal. Banyak studi telah berulangkali mendemonstrasikan bahwa kesan seperti itu tidak berhubungan dengan ketangkasan dari si pelamar.
            Fenomena lain yang dikenal sebagai “Efek Kontras” juga condong pada pemikiran dari pewawancara. Seorang kandidat yang cocok mungkin diremehkan karena dia berbeda dari orang sebelumnya yang kelihatan sangat cerdas. Demikian juga seorang kandidat yang berkemampuan rata-rata yang didahului oleh seseorang yang memberikan penampilan yang lemah mungkin dinilai lebih cocok daripada dia yang sebenarnya.

        Karena interview sebagai suatu bentuk dari seleksi personal ditunjukkan tidak memadai, prosedur-prosedur seleksi lain telah ditemukan lebih akurat memprediksi kecocokan kandidat. Dari bermacam tes yang kelihatan paling berhasil untuk melakukan ini adalah kemampuan kognitif pelamar sebagaimana diukur dengan suatu macam tes verbal dan spasial.